Selasa, 23 Mei 2017

Arena Seks - Party Seks Bersama 3 Ciwai

Arena Seks -  Entah kenapa pengalaman bercinta dengan Pungky membuatku menjadi pemuda yang haus akan seks. Aku sudah melupakan bahwa Pungky adalah guruku. Yang ada dalam pikiranku Pungky adalah wanita binal yang selalu bersedia menjadi budak seks ku. Hampir setiap malam Minggu aku ke rumah Pungky dan bercinta dengannya. Dan menurutnya pun aku semakin pandai dalam bercinta dengannya. Ya, dia sangat mengagumiku permainan seksku dan Malam Minggu yang lalu aku berhasil membuatnya orgasme empat kali dan membuat tubuhnya lemas.

Cerita Pesta Sex | Seperti biasanya, malam itu pun aku menginap di rumahnya.

“sayang, aku tau suamiku pandai mencari uang. Namun dia tidak pandai mencumbuiku di ranjang. Kamulah kekasihku yang sebenarnya. Jangan pernah tinggalin aku ya…..”, kata Pungky.
“aku tak akan pernah ninggalin wanita secantik kamu sayang….”. Kami pun tidur lelap karena kelelahan.

Paginya saat aku akan pulang, Pungky berkata,

”Malam Minggu kesini lagi ya… ada kejutan buat kamu” .

Malam Minggu kali inipun aku datang ke rumah Pungky dan siap menunggu kejutan apa yang akan dia berikan. Saat aku mengetuk pintu, ternyata dia membukakan pintu sudah dalam keadaan telanjang.

Dia langsung memelukku.

“sayang,bagaimana kalo nanti anak kamu tau ?”,tanyaku khawatir.
“kamu tenang saja, anakku malam ini tidur dirumah neneknya”,katanya sambil menelanjangiku.

Lalu kami menuju kamar dengan keadaan sama-sama telanjang.. Namun betapa terkejutnya aku ketika sampai di kamar ada dua wanita lain yang sedang duduk di ranjang. Salahsatu di antaranya adalah guru Bahasa Jerman ku. Namanya Dian. Namun murid-murid memanggilnya Frau Dian. Wajahnya sangat cantik. Umurnya 27tahun namun belum punya suami. Tubuhnya sangat seksi dan payudaranya sangat montok. Dia tersenyum kepadaku.

Aku bertanya kepada Pungky,

”Pungky, kenapa Frau Dian ada disini ? Apa dia tau apa yang sudah kita perbuat?” . Frau Dian berkata,
” kamu nggak perlu takut kok. Novi sudah menceritakan semuanya kepadaku. Dia bilang kamu jago main di ranjang. Jadi nggak salah dong kalo aku minta jatah juga”. Pungky pun menambahkan,
”dia bilang bakalan ngasih nilai plus di Bahasa Jerman mu jika kamu bisa membuatnya puas malam ini” . Lalu dia menunjuk wanita muda yang ada di samping Frau Dian.
“kalo ini namanya Hesti. Dia keponakan aku. Dia wanita hyper seks lho. Dia sangat liar di ranjang. Makanya saat aku bilang kalo kamu itu jago ngeseks, dia nantangin kamu untuk ngalahin dia” . Hesti pun tampak tersenyum manja kepadaku.

Namun kali ini aku yang bingung. Ada tiga wanita di kamar dan semuanya ingin mendapat kenikmatan dariku. Aku jadi bingung harus mulai dari mana. Tiba-tiba saja Hesti melepas semua pakaiannya dan menghampiriku. Dia memelukku dan menjilat pipiku. Dia berbisik di telinga kiriku,

”jadikan aku istri pertamamu sayang….”. Bibir kami langsung saling berpagutan.

Aku kewalahan meladeni permainan lidah Hesti yang lincah. Dia lalu menuntun tanganku untuk memegang payudaranya yang sudah agak mengeras. Aku mulai melakukan remasan-remasan lembut di payudaranya. Tiba-tiba dia mendorongku dengan kasar ke ranjang. Dia menindihku dengan bibir kami yang masih berpagutan. Aku mulai memainkan jariku di daerah paling sensitif di tubuhnya. Aku mulai mengobok-obok liang vaginanya dengan lembut. Hesti tampak menggelinjang.

Akupun mempercepat gerakanku.saat dia tampak akan segera orgasme, tiba-tiba dia mencabut jariku yang ada di vaginanya.

“sayang, aku tidak akan membiarkan jarimu yang membuatku orgasme. Pakai ini dong….”,katanya sambil meremas penisku. Aku sebenarnya masih ingin bermain-main dengannya.

Aku tidak ingin buru-buru menggenjotnya dengan penisku. Namun apa boleh buat, tampaknya Hesti tidak sabar ingin segera merasakan kontolku. Aku pun mulai mengarahkan penisku ke liang senggama Hesti.

Sebelum menggenjotnya, aku berkata kepadanya,

”Hesti sayang, jangan salahkan aku jika nanti kamu ketagihan” . Hesti hanya tersenyum dan mulai menggoyangkan pinggulnya.

Aku pun mulai menggenjot tubuhnya. Sementara tanganku masih bergerilya di daerah gundukan dadanya. Aku mempercepat gerakanku dan Hesti yang sejak tadi memang sudah ingin orgasme akhirnya mencapai puncak kenikmatan dengan memuncratkan banyak sekali cairan cintanya. Vaginanya tampak berkedut-kedut seakan memberikan pijatan pada penisku yang masih tegang. Dia tampak kelelahan. Banyak sekali keringat yang keluar dari tubuhnya.

Tiba-tiba Dian datang menghampiriku.

“gantian dong sayang…..”, kata Dian. Arena Seks

Aku pun mencabut penisku yang masih tegang dari vagina Hesti dan beralih ke Dian. Aku melepas baju dan rok yang dia pakai. Kali ini Dian hanya memakai bra dan cd dengan warna yang sama, yakni warna putih.

Aku benar-benar mengagumi kemolekan tubuh Dian.

“kamu suka tubuhku ? Malam ini aku serahkan jiwa ragaku hanya untukmu sayang….”, kata Dian dengan mesra.

Aku pun mulai melakukan pemanasan. Aku mencium keningnya. Turun ke pipi dan akhirnya bibir kami saling berpagutan cukup lama. Sementara itu tanganku melepas bra yang dia kenakan. Setelah itu bibirku terus turun menjilat lehernya. Dian tampak menggelinjang. Ciumanku terus turun hingga kebuah dadanya. Aku melakukan jilatan mesra dipinggiran buah dada montok guru bahasa jermanku itu. Akhirnya aku menyedot putingnya yang sebelah kanan sambil sesekali melakukan gigitan pelan.

Sementara itu tanganku tidak tinggal diam. Tangan kananku dengan mesra melakukan remasaan di buah dada kirinya. Dan tangan kiriku merogoh celana dalamnya untuk memainkan vaginanya. Tampaknya permainanku membuatnya terangsang hebat. Dia menggulingkan tubuhnya hingga posisinya kini menindihku. Posisi ini jelas membuat penisku yang tegang dan keras mengacung ke atas.

Pungky yang sejak tadi hanya jadi penonton pun sekarang menghampiriku.

“kasian kan kalo ini nggak kepakai….”, kata Pungky sambil memegang penisku.

Dia pun menunduk lalu menyepong penisku dengan bibir seksinya. Sehingga kali ini aku berusaha memuaskan Dian sementara Pungky juga ingin memuaskanku. Tampaknya Dian juga akan segera orgasme oleh gerakan jariku. Sementara sepongan Novi juga membuatku ingin segera memuncratkan sperma. Aku pun mempercepat gerakan jariku di vagina Dian dan menyuruh Novi mempercepat gerakannya.

Akhirnya Dian orgasme lebih dulu. Sementara aku belum orgasme. Akupun mearik tubuh Hesti yang tampaknya sudah ‘on’ kembali. Aku kembali emagit bibirnya dan meremas payudaranya. Setelah kira-kira 5menit, aku juga akan segera orgasme. Pungky mempercepat gerakan mulutnya dan akhirnya aku memuncratkan banyak sekali sperma ke mulut Pungky. Namun Pungky menelan semua sperma ku dan menjilati sisa-sisanya hingga bersih.

Kali ini aku benar benar lemas. Keringat bercucuran dari tubuhku. Dian dengan penuh pengertian mengambilkanku air minum. Sementara Hesti mengelus-elus penisku yang semakin mengecil. Tak beberapa lama Dian pun menghampiriku dengan segelas air puith. Tanpa curiga aku meminumnya. Rasanya memang agak aneh.

Namun aku cuek karena aku benar-benar lelah dan haus.

“maaf ya sayang…… aku tadi tambahin obat perangsang di minumanmu”, kata Dian sambil tersenyum.
“apa?!”,kataku terkejut.

Dan benar saja, dalam hitungan detik, birahiku muncul dengan cepat dan lebih liar. Penisku langsung tegang kembali.

Dian lalu melepas CD yang dia pakai dan menindihku.

“ini buat aku kan….?”, kata Dian dengan senyum kemenangan sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.

Entah apa karena efek obat perangsang tadi, aku seperti ingin cepat menuntaskan permainanku dengan Dian. Aku langsung menggulingkan tubuhnya. Kali ini aku yang emnindihnya dan langsung neggenjot tubuhnya dengan cepat.

Dian menggodaku,

”sayang, kok kamu nafsu banget sih. Aku seksi kan ?” . aku tidak menjawabnya. Aku terus nenggenjotnya dengan cepat.
“ahhhh, ayo sayang. Nikmat….ah…ah…ah…ahhh. Ayo…cepat…cepat sayang….”, Dian merancau tak terkendali.

Aku semakin mempercepat gerakanku dan akhirnya Dian orgasme untuk kedua kalinya malam ini. Aku mencabut penisku dan dengan cepat menarik tubuh Pungky. Dia tampak tersenyum dan mengalungkan tangannya di leherku. Dengan pelan dia mendorongku dan menindihku. Seperti biasa, bibir kami saling berpagutan. Tangannya melakukan kocokan pelan di penisku. Tampaknya Novi ingin mengendalikan permainan. Dia menjilati leherku. Lalu mengarahkan penisku ke liang kewanitaannya. Dengan pelan dia menggoyangkan pantatnya memutar.

Aku ingin memutar posisi namun Novi mencegahnya.

“Malam ini, biarkan aku yang ada di atas ya”, kata Novi penuh perhatian.

Kali ini Novi mulai melakukan gerakan maju mundur. Namun ketika aku sedang asyik menikmati permainan Novi, Hesti menghampiriku dari sisi kanan dan menyodorkan payudaranya ke mulutku.

Dia berkata,

”mau mimik susu kan ? nih udah aku siapin”. Aku pun dengan senang hati menyedot-nyedot payudara Hesti.

Tak cukup sampai di situ, Dian juga menghampiriku dari sisi kiri.

“remesin punyaku dong sayang…..” . Aku pun meremas-remas payudara Dian.

Kali ini aku benar-benar sibuk. Penisku sedang dikendalikan Pungky. Mulutku sedang dijejali payudara Hesti dan tangan kiriku sedang meremas-remas payudara Dian. Dan bukan hanya aku yang terangsang, Dian dan Hesti juga terangsang. Mereka tampak melakukan masturbasi dengan mencolok-colok memek mereka sendiri. Aku tampak akan segera orgasme. Begitu juga dengan Pungky. Dia mempercepat gerakannya. Dan hebatnya tak beberapa lama kami orgasme hampir bersamaan meski Dian dan Hesti orgame dengan jari mereka sendiri. Kami sangat kelelahan. Namun kami benar-benar puas. Kami pun tertidur dengan posisi Dian ada di samping kiriku, Hesti di samping kananku dan Pungky di atasku.

Paginya karena kelelahan aku baru bangun pukul 05.00 . Tinggal Pungky yang ada dikamar. Hesti dan Dian sudah pulang. Saat aku juga akan pulang, Pungky berkata,

”kamu hebat sekali tadi malam. Dian dan Hesti akan datang lagi minggu depan. Tampaknya mereka ketagihan….”. Aku hanya tersenyum lalu pulang.

Aku sangat lelah namun aku juga senang karena selain kenikmatan yang kudapat, aku akan mendapat nilai plus di pelajaran Bahasa Jerman. Arena Seks

0 komentar:

Posting Komentar