Minggu, 21 Mei 2017

Arena Seks - Juni Dan Tina Enak Threesome

Arena Seks - “Kuliah hari ini sampai disini saja” Dosen baru saja selesai mengajar, Kiko sudah senang, mahasiswa 21 tahun itu ingin segera pulang,
“Oh, maaf, saya ada tugas buat kalian semua, rangkum halaman 66-69, lusa dikumpulkan dimeja saya”,
“Wah pak, terlalu mepet waktunya”,
“Aduh Kiko, kamu ini, ya sudah kalian berkelompok saja” Dosen itu membagi kelompok, dan Kiko mendapati dirinya sekelompok dengan Tina dan Juni, dua mahasiswi yang kurang aktif dikelas.

padahal banyak mahasiswa lain dikelas itu, tapi dosen itu memilihkan teman kelompok yang paling sulit diajak bekerja sama, tentu Kiko jadi makin tidak senang. Kuliah diakhiri, Kiko kemudian menemui Tina dan Juni itu.

“Eh, Tin, Jun, Ayo ngerjain itu tugasnya…”,
“mmmm… nanti aja deh ko..”,
“Iya ko, baru aja selesai kuliahnya kan…”,
“ya kalau gak segera dikerjain, keburu gak feeling loh..”,
“Ngerangkumnya dikontrakan kami aja ko…”,
“Iya, ntar malem kamu samperin deh kekontrakan” Kiko tau memang Juni dan Tina tinggal satu kontrakan, mereka berdua selalu bersama, seakan tidak ada yang mereka kenal lagi dikelas.
“Boleh emang cowok masuk kontrakan kalian?”,
“alah, gak papa, Kami pergi dulu ko, see you later…” Kiko kemudian ditinggalkan dua cewek itu.

Kiko sempat ragu apa memang nanti ia akan mengerjakan tugas itu dikontrakan Tina dan Juni, ia tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan dua mahasiswi itu.

Malam Harinya, Kiko sudah bersiap untuk menuju kontrakan Tina dan Juni itu, bbm yang ia kirim dari sore itu baru dibalas oleh Tina, padahal ia hanya menanyakan alamat, Kiko pun berangkat menemui Tina dan Juni. Beberapa menit perjalanan, Kiko sudah tiba dikontrakan itu, segera ia pencet bel, dan segera tampak Tina membuka pintu.

“Malem Tin”,
“Eh, Kiko, yuk masuk…” Kiko sempat melihat Tina tampak memakai kaos dan jeans pendek.

Segera ia masuk kedalam, Kiko pun heran, meskipun dirinya itu laki laki, tapi ia tau keadaan kontrakan Tina dan Juni itu sangat amburadul dan tidak ada rapinya sama sekali, ruang tamu sudah seperti dapur saja.

“mmmmm… ngerjain dimana nih Tin?”,
“dikamar aja ko, maaf ya, kontrakanku berantakan” segera Kiko diajak kekamar.

Dalam kamar itu sudah ada Juni yang sedang tiduran sambil asyik mengutak atik laptop.

“Eh, Kiko…” Kiko juga melihat Juni memakai kaos dan celana jeans pendek saja.

Bukannya meminta agar Juni untuk bangun, Tina ikut ikutan tiduran dan bersantai, Kiko jadi bingung.

“Buku kalian mana nih?”,
“Aku ada softfilenya ko…”,
“Dibagi aja deh ko…”,
“Iya udah, aku dua halaman, kalian dua halaman selanjutnya ya”,
“Jadi kami 68-69 ko? oke oke…” Kiko berharap ia bisa sharing dan berdiskusi dengan baik, tapi ia kini malah harus mengerjakan sendiri, meski Juni dan Tina sudah mendapat bagian, mereka tampak sibuk sendiri.

Sembari mengerjakan, Kiko sempat melirik kearah paha mulus milik Juni dan Tina itu. Mahasiswa itu baru pertama kali ini melihat Juni dan Tina memakai celana pendek, dan paha paha mereka yang mulus membuatnya tidak konsentrasi. Kiko jadi tertarik mengintip bagian tengah celana jeans cewek cewek itu, memang bagian diantara paha paha itu terlihat menggiurkan.

Kiko sesekali ketahuan melihati paha cewek cewek itu, Tina dan Juni sempat tertawa, membuat Kiko malu.

“Ngapain ko? haha”,
“eh… gak papa, kalian ngerjain gak sih?”,
“ngerjain kok, santai aja…” Kiko kemudian berusaha agar lebih fokus mengerjakan.

Mahasiswa itu memang sudah berusaha fokus, baru satu halaman ia rangkum, matanya tak bisa berpaling dari paha paha mulus Juni dan Tina. Dua mahasiswi itu malah membuka lebar lebar selangkangan mereka, seperti meminta Kiko untuk mengintip isi celana jeans pendek mereka. Juni dan Tina mulai senyum senyum sendiri. Mereka berdua lalu berbisik bisik, seperti membuat suatu siasat.

Tina lalu bangun dari kasur, lalu mendekati Kiko,

“Udah sampai mana ko?”,
“baru selembar, masih lanjut tin…” Tina kali itu merapat dekat kepada Kiko, membuat mahasiswa itu jadi makin bingung, Mahasiswa itu menyadari buah dada kenyal milik Tina itu menempel di bahu kanannya.

Tina tidak berpindah, Juni lalu ikut ikutan bangun, dan mendekati Kiko juga.

“Wah, cepet ya kamu ngerjainnya ko…”,
“i…iya dong… kiko…” Juni juga menempelkan buah dadanya dibahu kiri Kiko.

2 mahasiswi itu tersenyum sambil memandangi Kiko.

“mm…Kiko… kamu kan ngerjainnya cepet…”,
“Kalau kamu kerjain halaman selanjutnya lagi gimana? nanti kami bantu deh…”,
“mmm…emangnya…” Kiko terhenti berucap, saat Tina dan Juni menggesekkan buah dada mereka dibahu Kiko itu, membuat mahasiswa itu malu seketika.
“Ayolah… kami mau mandi dulu nih…”,
“gimana ko? hmmm?”,
“Eh…mm…iya udah…kalau mau mandi… mandi sana deh…”,
“Yeey, yuk Jun”,
“bentar ya ko…” Tina dan Juni meninggalkan Kiko sendiri. Arena Seks

Kiko kini melanjutkan mengerjakan tugas itu, namun ia masih mengingat betapa kenyalnya buah dada dua mahasiswi itu menempel padanya. Suara gemericik air dari kamar mandi itu membuat Kiko berhalusinasi, memikirkan bagaimana lekuk tubuh indah dua teman sekelasnya itu. Mahasiswa itu jadi mengingat video porno yang pernah ia tonton, bagaimana dua wanita sibuk beradu dikamar mandi. Kiko berusaha menghilangkan fikiran kotornya itu, ia menampar pipinya sendiri, mencoba agar tetap fokus mengerjakan tugas.

Tinggal beberapa kalimat untuk dirangkum, Kiko mendengar suara Juni dan Tina datang dari kamar mandi menuju kamar.

“Gimana ko? udah selesai?”, Kiko bukan main kaget, saat ia melirik, matanya segera terkunci, melihat Tina dan Juni hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh mereka.

Paha mulus mereka lagi lagi dilirik, kini bagian atas buah dada mereka terlihat dan membuat Kiko tak bisa menolak untuk menyaksikan tubuh indah mereka. Tina dan Juni tersenyum sambil geleng geleng melihat Kiko melongo.

“oi, malah ngelamun” Tina menampar pelan pipi Kiko, dan mahasiswa itu baru sadar.
“Eh, aduh, apa tadi… oh, tinggal dikit sih”,
“Wow, memang gak salah deh kelompokan sama kamu…” Tina kemudian mengelus rambut Kiko, lalu Tina dan Juni menuju almari tampaknya akan mengambil pakaian.

Kiko kini terdiam dan bertanya pada dirinya sendiri, apa benar dua temannya itu sekarang sudah telanjang bulat sambil menatap ke kaca dilemari itu? Memang ia tidak salah, Kiko melihat Tina dan Juni sudah telanjang bulat, handuknya itu sudah dilepas. Kiko melotot melihat betapa mulusnya tubuh dua temannya itu, bokong nan bundar itu membuat hatinya berdegup kencang, dan buah dada mereka yang menggemaskan itu membuatnya terangsang seketika.

Tina dan Juni lalu melirik Kiko itu, bukannya mengambil pakaian, mereka malah mendekati Kiko, sambil perlahan mempertontonkan tubuhnya itu pada Kiko.

“Kiko? hei… kok bengong?”,
“Ada apa sih? kok sampe melongo begitu?” Kiko tak bisa berpaling, ia hanya terdiam, dan menelan ludahnya, sambil melihat dua cewek itu merayunya.

Payudara Tina dan Juni berayun ayun, membuat Kiko tak kuasa menahan nafsunya. Tina dan Juni melihat tonjolan dicelana Kiko. Mereka tersenyum, lalu membereskan tugas yang dikerjakan Kiko, lalu mahasiswa itu ditarik dan dijatuhkan dikasur.

Kiko masih bingung, sambil terus memandangi Tina dan Juni.

“mmmm…kalian gak…pakai baju? kan…”,
“Loh? Kiko gimana sih? mending gini… apa pakai baju coba?”,
“mmm… ya…itu…”,
“Mending gini kan? hehe” Tina dan Juni lalu duduk disamping kanan dan kiri Kiko.Mereka berdua tersenyum nakal sambil memandangi Kiko yang bingung itu.

Kiko sempat mencium wangi dari tubuh mereka berdua yang baru saja mandi. Tangan mereka tiba tiba membuka celana Kiko, lalu sekejap penis tegak dalam celana Kiko itu membuat mereka takjub.

“Wah, besar juga penisnya Kiko”,
“Liat Tin, gerak gerak, lucuk…” Penis kiko itu berdenyut dan berayun, karena tak kuasa menahan hasrat seksnya.

Kiko harus terperanga lagi, saat tangan Tina dan Juni kini memegang penisnya itu. Baru kali ini penisnya dikocok dua cewek sekaligus, tangan Tina dan Juni sudah bergerak naik turun, mengocok kemaluan Kiko itu.

“Auuh… kalian…ooh”,
“Enak gak ko?”,
“mm…oooh”,
“hehe, liat jun, ada yang keluar tuh” Tina dan Juni melihat penis Kiko itu mengeluarkan cairan bening diujungnya.

Tina langsung mendekatkan kepalanya kepenis Kiko, lalu tanpa ragu cewek itu menjilat kepala penis kiko, cairan bening itu kini mulai ia nikmati. Kiko tak percaya, rasa yang begitu nikmat itu telah dihasilkan dari jilatan Tina dikepala penisnya.

“mm… asyik, coba deh jun”, Tina berhenti, kini malah Juni yang menjilati kepala penis Kiko itu.

Kiko tak kuasa menahan kebahagiaannya, saat melihat dua mahasiswi itu kini bergantian bereksperimen mencicipi rasa penisnya itu.

“mm… di emut boleh kan ko? hehe… uumhf” Tina kini melahap penis Kiko, mulutnya terisi penuh, dan kepalanya itu bergerak naik turun, membuat Kiko menggelengkan kepalanya, merasakan nikmat penisnya itu diemut dan dihisap oleh Tina.
“Gantian Tin, aku mau juga dong…uumfh” Juni tak mau kalah, kini Juni mengulum penis Kiko.

Beberapa menit itu Juni dan Tina asyik mengoral penis besar milik Kiko itu.

“aaah…mm…aduh…aku mau…”,
“udah keluar ko? wah, siap siap sini Tin” Tina dan Juni lalu membuka mulut mereka berdua diatas penis Kiko, lalu bruus croot croot, Sperma Kiko melesat keluar dan masuk kedalam mulut mereka berdua, juga membasahi wajah cantik mereka.
“Ahh…waw..mm”,
“mm..gleeg…hehe” Kiko tadinya kecewa, kini malah sangat bahagia, dua teman sekelompoknya itu ternyata begitu menggairahkan, tak rugi ia mengerjakan tugas itu dengan ulet.

Tina dan Juni lalu tiduran disebelah kanan dan kiri Kiko, wajah mereka memandangi Kiko itu, wajah cantik mereka masih dilumuri sperma milik Kiko.

“Gimana ko? enak kan”,
“mm…enak banget Tin”,
“mau yang lebih enak gak?”,
“wah, mau dong jun”, Arena Seks
“ntar selesain ya tugasnya…”,
“gampang itu, hehe…” Tina dan Juni lalu perlahan membuka seluruh pakaian yang tersisa ditubuh Kiko.

Segera saja Kiko sudah telanjang bulat bersama dua cewek itu. Penis mahasiwa itu sudah kembali tegak dan siap beraksi.

Tina lalu berpindah, cewek cantik itu lalu berdiri diatas penis Kiko.

“Ko…mau coba memekku gak?”,
“m..mau tin!”,
“hehe, siap yach” Tina lalu membuka selangkangannya, lalu perlahan vaginanya yang basah itu menempel dipenis Kiko.

Kiko benar benar terpesona dengan gerakan yang ditunjukan Tina, perlahan cewek itu menurunkan tubuhnya,

“mm…uuh…aaaahn!” Tina mendesah hebat, setelah ia menenggelamkan penis Kiko itu dalam memeknya yang basah.

Kiko tak bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan, penisnya itu dipijit dan diselubungi dinding vagina hangat milik Tina, membuat kenikmatan luar biasa.

“Uwoh…mm…mantep tin”,
“aahn… masih belum ko…ouh” Tina kini bergerak perlahan, pinggulnya naik turun perlahan, membuat penis tegak Kiko menggesek vagina basahnya itu.
“Ko… jilat memekku dong” Juni tiba tiba sudah memamerkan memeknya yang menganga itu diatas wajah Kiko, setelah diturunkan, vaginanya itu langsung disambar mulut Kiko, mahasiswa itu sudah sangat haus akan cairan kenikmatan. “mmm! slruup…mm…mm…”,
“Ko…auh… lidahmu…ahhn”,
“mm…slruup..ooh”, “Liar sekali…geli banget memekku…aahn” Juni menggigit bibirnya sendiri, merasakan bagaimana liarnya Kiko menjilati seisi vaginanya yang basah itu.
“ouh ouh… ssh…mmf… ko… aaahn” Tina kini melompat lompat dengan asyiknya, melesatkan penis besar kiko itu keluar masuk serta menggesek vaginanya yang sudah tidak perawan.

Kiko masih sibuk mencicipi vagina Juni itu, sambil merasakan nikmatnya mengisi vagina Tina dengan penisnya. Juni lalu merangkul Tina, buah dada mereka saling bertabrakan. Tina yang terus bergerak itu membuat buah dada mereka beradu, Juni kemudian mencium Tina, meningkatkan kenikmatan yang mereka rasakan dikamar itu. Kiko terus beraksi, mahasiswa itu senang bisa menikmati dua vagina sekaligus. beberapa menit beraksi, Tina tampak lelah, ia berhenti, lalu Juni menggantikannya.

Belum Juni mengambil kuda kuda, cewek itu dirobohkan kekasur, lalu Kiko kini mengambil kendali.

“Udah jun, aku yang puasin kamu ya, sini…”,
“waw, semangat banget kamu ko…Aaahn!” Kiko lalu segera memasukan penisnya ke vagina Juni itu, karena sedari tadi ia jilati, penisnya itu masuk dengan mudah dalam lubang basah itu.
“Nyaaah…. ko…auuh”,
“Hehe, Gak rugi kelompokan sama kalian”,
“iya dong ko…cup…mmm” Tina lalu mencium Kiko yang beraksi itu.

Tanpa diminta Juni kini menjilati vagina Tina yang menempel diwajahnya itu.

“mm…mm..oooh..aaahn… mmmf”,
“mm..slruup..cup…mm..uuhf” Kiko sambil terus menggenjot vagina Juni itu, ia mencium dan bercumbu dengan Tina.

3 muda mudi itu kini asyik bersetubuh, adegan threesome yang mereka peragakan tampak sudah mereka tunggu tunggu untuk direalisasikan. Kini Kiko dengan asyik terus menggenjot vagina Juni sambil berciuman dengan Tina, Juni mencoba menjilati vagina Tina yang ada didepannya itu, meski tubuhnya terus disodok penis besar Kiko. menit demi menit mereka bersetubuh dengan senangnya.

“mm… Jun… aku mau keluar…” Kiko mencabut penisnya itu dari vagina Juni.

Juni dan Tina yang sudah basah kuyub oleh keringat dan cairan persetubuhan itu lalu kembali membuka mulutnya didepan penis Kiko yang sudah ingin melepas cairannya.

“Keluarin semua ko…”,
“Aku mau juga ko…aaa” Crooot crooot crooot croot Kiko menyemburkan spermanya sekuat tenaga, mengisi mulut Juni dan Tina, juga mendarat diwajah cantik mereka.

Setelah puas bersetubuh, mereka bertiga tampak lega.

“huuft, luar biasa”,
“hehe, gak kepikiran deh… Kiko hebat banget ternyata…” Juni dan Tina tersenyum.
“Makasih ya, kalian berdua… memang mempesona, ini baru yang namanya kelompokan, hehehe” Kiko bersama Juni dan Tina lalu beristirahat dan tidur dikamar itu.

Keesokan paginya, kiko membuka matanya, dan ia melihat Tina dan Juni masih tertidur disampingnya. Kiko masih ingin menikmati tubuh mereka, buah dada menggemaskan milik Tina dan Juni itu lalu diremas dan juga digoyang goyang.

“mmf… Kiko…iih..udah nakal aja”,
“eh, Tina… iya… kemarin belum sempet gini sih”,
“mm…masih mau lagi ko?”,
“b…boleh jun, kalian… mau lagi gak?”,
“gak mau… hahaha” dua mahasiswi itu lalu bangun dari tidurnya, membuat Kiko tersenyum heran.
“loh, kok gak mau?”,
“Keenakan dikamu dong, haha”,
“Kiko yang nakal… udah sana mandi, gih cepet pulang”,
“iya deh”,
“Kalau mau lagi… malem aja yach”,
“Kami siap deh kalau malem, hehe”,
“Hehe, oke deh, kalian memang luar biasa, makasih” Kiko segera mandi, setelah itu berpakaian, dan kemudian meninggalkan kontrakan Juni dan Tina itu.

Kiko Senang sekali, meski ia harus mengerjakan tugas itu sendiri, ia sudah puas telah menyetubuhi Juni dan Tina yang menggoda itu. Arena Seks

0 komentar:

Posting Komentar