Jumat, 26 Mei 2017

Arena Seks - Dosenku Sekaligus Teman Seksku

Arena Cerita Dewasa - Malam ini aku dipanggil ibu dosenku tetanggaku untuk menemaninya karena sendirian dirumah. Aku pun menuruti kemauan bu Widya. Sesampai di rumah aku naik ke lantai atas rumah bu Widya. rumah yang sangat rapi dan bersih. tentu saja wangi. tata letak perabotan yang sungguh rapi.

Cerita Sex Tante | Tak berapa lama keluar. memakai daster tipis berwarna putih dengan motif bunga-bunga yang membuatnya makin cantik dilihat. rambutnya diikat, terlihat jelas lehernya yang sangat putih. aku kikuk campur gugup. lalu bu Widya ke bawah untuk membuatkanku minum. kemudian kembali lagi membawa segelas sirup dingin, tanpa perintah langsung kuhabiskan sirup tersebut.

Ibu Widya membawa buku besar, meminta bantuanku untuk membuat laporan pendapatan kost. angka demi angka kuselesaikan. jam dinding besar menunjukkan pukul 11 malam. kepalaku pening. pandanganku buyar. napasku tersengal-sengal. ada apa ini? badanku pun mendadak panas. keringat memenuhi dahi.

“bu wid, kepala saya agak pusing. saya pamit pulang ya?”
“kenapa Mar? kalo pusing tiduran aja disini dulu” dan… aku tak sadarkan diri. mataku berat. ingin kubuka mataku, namun sangat berat. kupaksa membuka mata.

dan… astaga, aku berada disebuah kamar. terlentang diatas sofa. parahnya lagi, kemana semua pakaian yang kukenakan tadi. apa yang terjadi? kepalaku masih pening. badanku masih panas. lampu kamar memang mati, namun disisi kana dan kiri ranjang terdapat lampu remang-remang sebagai penghias. dimana aku? kemana bu Widya. yang aku ingat hanyalah angka-angka dalam buku bu Widya. dan hal terakhir yang kulakukan adalah meminum segelas sirup pemberian bu Widya.

tiba-tiba pintu kamar terbuka. bu Widya masuk, masih dengan daster tipis berwarna putih yang ia kenakan tadi. ia mendekatiku dengan senyum nakal. mukaku merah padam. didepan ibu kostku, aku tak berpakaian. apa yang terjadi?

“jangan takut Mar. kamu cukup rileks dan menikmatinya”
“a..a..apa bu? kemana baju saya? kenapa saya diikat gini? ada apa i…”
“ssssstttttt..kamu tenang dan diem aja ya”

bu Widya dengan senyum nakal yang masih terpampang dari bibirnya. posisi terlentang dengan kaki mengangkang. bu Widya menciumi leherku. aku kaget setengah mati. menjilati telingaku, membuat bulu romaku berdiri. memainkan lidahnya di telingaku. kemudian menjalar ke leher dan di dadaku. puting kecilku dijilatinya. geli yang kurasakan. bu Widya menjilat putingku. menggigitnya sesekali. aku merasakan nikmat. senyum nakal masih terpancar dari wajah bu Widya.

setelah puting, bu Widya melancarkan jilatan lidahnya terus kebawah. ke perutku, ia terus memainkan lidahnya dengan lincah. lalu menjilati pusarku. aku mendesah merasakan nikmat. seketika penisku berdiri tegak. bu Widya masih dengan lidahnya yang makin nakal. akhirnya lidah bu Widya mendarat di penisku yang telah berdiri tegak. menjilatinya. kemudian tanpa basa basi, ia mengulum penisku. mulutnya aktif. lidahnya lincah. dalam ia lesakkan penisku kedalam mulutnya. desahanku kembali keluar.

kocok kontol “aaaaaaahh..buuuu” ia meneruskan kulumannya. ArenaSeks

saking enak yang kurasakan, mataku terpejam. ototku menguat. uratku mengejang. bulu romaku makin tegang berdiri. cukup ganas bu Widya mengulum penisku. penisku berdiri maksimal. tangan bu Widya sesekali memilin-milin putingku. dan desahanku makin kuat. aku belum pernah merasakan hal seperti ini. ini pengalaman pertamaku. bu Widya sangat mahir meainkan lidahnya. penisku makin meninggi. hasratku makin besar. basah.

“bu..bu.. widyaaa a..a..aku mau ke..ke..keluar”
“yaudah keluarin aja Mar” bu Widya terus mengulum penisku.

mulutnya hangat. dan sebentar lagi aku klimaks. urat-urat makin menegang. otot-otot makin mengencang. dan akhirnya… kusemburkan cairan maniku didalam mulut bu Widya. banyak, ia terus memompa penisku. makin banyak cairan maniku keluar. aku merasakan nikmat yang sangat nikmat. sekujur tubuhku tegang. bu Widya masih saja memompa penisku yang masih menancap didalam mulutnya. kemudian menelannya. lalu kembali tersenyum.

bu Widya berdiri diatas ranjang. aku masih terlentang tanpa busana. ia melepas daster putihnya. dan baru kali ini kulihat tubuh wanita dengan payudara indah. kulit putih. vaginanya ditumbuhi bulu-bulu halus namun lebat. seperti habis dicukur. tubuhnya indah. lekukan pinggulnya menampakkan keseksian luar biasa. rambut ikalnya diikat. bu Widya meraba-raba vaginanya. sesekali menjulurkan lidahnya yang nakal. astaga, ia seolah berjoget didepanku. keelokan tubuhnya ia pamerkan dengan tarian erotis didepan mataku. mataku dimanjakan oleh keindaha tubuh bu Widya. payudara cukup besar, bulat dan indah. pantat yang cukup besar pula, namun padat berisi. puting yang menggoda ingin kuhisap dan kujilat. bu Widya sungguh sempurna.

seketika penisku kembali berdiri. urat-uratnya menonjol keluar. bu Widya masih menari erotis dihadapanku. dengan lekukan tubuhnya yang indah ia terus menggoyangkan pantatnya. kemudian ia berjongkok. berjongkok dihadapanku tanpa busana. memegang penisku, dan mengarahkannya menuju lubang vaginanya. aku gemetar. dengkulku lemas. astaga, selanjutnya apa lagi? penisku melesak masuk kedalam vaginanya. hangat. mataku sesekali mengerjap. ini lebih nikmat daripada kuluman mulut bu Widya. aku mendesah hebat. seluruh batang penisku masuk kedalam vagina bu Widya. kemudian dengan irama turun naik, ia menggenjot tubuhnya. penisku bergetar hebat. desahanku makin sering. begitu pula bu Widya.

“aaahhh..aaaaaahhh..amar..amarrrr” seiring dengan genjotan tubuhnya. payudaranya yang indah mengikuti irama turun naik. ingin sekali kujilat dan kuremas-remas payudaranya. bulat dengan puting mungil sangat menggoda. tubuhku menegang, seluruh bulu romaku berdiri. ini pengalaman pertamaku bercinta. masih dengan posisi berjongkok, bu Widya makin kuat menggenjot tubuhnya. desahan demi desahan terlontar dari mulutnya. tanganku tak bisa berbuat apa-apa.

woman o sex “aaaaahhh..amarr..aaaaahhh”
“bu..bu…aaaaaahhh” kali ini ia menyudahinya. mencabut penisku dari dalam vaginanya.

kemudian berjongkok lagi. namun kali ini ia membelakangiku. terlihat jelas pantatnya yang sangat indah. putih bersih tanpa ada setitik tahi lalat pun. andai saja tanganku tak terikat. sudah kuremas sedari tadi payudara dan pantatnya yang menggoda. ia terus menggenjotku dengan irama turun naik. pantatnya bergetar, memainkan irama dan not yang sangat indah jika dipandang. kali ini dengan tempo yang cukup cepat. bu Widya terus menggenjot tubuhnya. dan desahan selalu keluar dari mulutnya.

“aaaaaahhhh..aaaaaahhh..aku mau ke..ke..keluar Mar” desahnya cukup kuat. memcah malam sunyi.
“a..a..aku juga bu..” Arena Cerita Dewasa

aku pun hendak klimaks untuk yang kedua kalinya. ia mencabut penisku lagi. dan kembali mengulangi posisi berjongkok menghadapku, seperti pada posisi pertama. kemudian menggenjot tubuh indahnya dengan cepat. penisku makin hangat. tubuhku makin nikmat. desahan pun makin sering. tangan bu Widya erat memelukku. vaginanya bergetar. kemudian cairan hangat membasahinya. namun ia terus menggenjot tubuhnya. tubuhku menegang. pelukan bu Widya makin erat. dan…. kusemburkan cairan maniku untuk kedua kalinya. banyak. didalam vagina bu Widya kusemburkan cairan maniku. desahanku kembali terlontar.

Malam ini aku tak berdaya melayani nafsu ibu dosenku yang liar. Sejak itu aku menjadi langganan dia untuk melayani nafsu seks yang menggebu, hampir setiap malam kami bercinta. Kadang di rumahnya terkadang aku diajak menginap di hotel

0 komentar:

Posting Komentar