Sabtu, 29 April 2017

Arena Seks - Pacarku Tak Ada, Kakaknya Ku Ngentot

 Arena Seks
Arena Seks - Nama aku Randi, umur 22 tahun, tinggi 175 cm, panjang kontolku 17cm. Aku ingin menceritakan kejadian yang mana kejadian ini saya melakukan hubungan sex yakni kepada kakak pacar saya yang bernama Desi 23 tahun, Bra 36, tinggi 170 Cm, dan berat badannya 60 Kg serta pacarku Dewi bernama memiliki umur 21 tahun, tinggi 168 Cm, berat 55 Kg dan ukuran Bra 34 C. Kejadian yang saya alami tersebut terjadi pada hari minggu tgl 20 April 2003 yang lalu.

Pada waktu itu saya berniat mendatangi rumah pacarku (mengapeli) sekalian minta jatah kepadanya dan juga karena pada malam minggunya saya ada acara bersama keluarga.Ketika saya sampai kerumah pacarku dibilangan Ps.Minggu rupanya pacarku sedang pulang kampung bersama ortu dan adik-adiknya ke palembang selama 16 hari karena kakeknya meninggal dunia dan yang ada dirumah hanya Desi (Kakak perempuannya). Setelah saya tahu bahwasannya pacar saya tidak ada dirumah akhirnya saya minta izin kepada kakaknya.

Namun kakaknya menganjurkan kepada saya agar aku mampir dulu kerumah sebentar dan juga menemani dia main PS dirumah. Kebetulan waktu itu Psnya ada didalam kamar Desi. Ketika saya sedang asyik main saya melihat ada sebuah kotak bekas kotak sepatu, ketika saya buka saya kaget melihat isi didalamnya rupanya isi didalamnya terdapat alat bantu sex yang berbentu kontol serta beberapa VCD Porno keluaran VIVID USA. Kakak saya pada waktu itu tidak mengetahui bahwasannya saya membuka kotak mainannya dan ketika saya ambil isinya serta saya tanyakan kepadanya.

“Apa ini Kak?” Langsung saja saya melihat expresi mukanya yang langsung memerah. Terus dia Jawab

“Mau tahu saja kamu anak kecil”. Kakak selama ini tidak ada pelampiasan yach selama Kak Budi (Pacarnya = Awak Kapal) ada dilaut.
“Achhhh bisa saja kamu” Jawabnya.,
“Kakak mau aku bantu gak” jawabku.,

Tanpa menunggu jawabannya langsung saja kusergap bibir seksinya itu sambilan aku memainkan payudaranya. Setelah itu pelan-pelan tanganku menjalar masuk kedalam bajunya, kuraba pelan perutnya sampai kedalam Bhnya serta aku masukkan telunjuk tanganku kedalam roknya sambil meraba permukaan Cdnya.

“Ran jangan Ran, aku ini kakaknya Dewi”
“Kak Desi, aku ingin sekali ML sama kakak, apakah kakak nggak mau ML sama aku,” tanyaku.
“Aku bukannya nggak mau, tetapi aku malu sama kamu”, jawabnya
“Buat apa kakak maulu dengan aku, dan juga dirumah ini gak ada orang lain yang tahu selain kita”, jawabku Perlahan-lahan aku ajak dia menuju ranjangnya dan langsung saja kudekati dan kuremas payudaranya.
“Sabar dong…Buka dulu bajumu itu” Kubuka seluruh bajuku, kupeluk dan kucium bibirnya.
“Wowww kontolmu besar sekali dan panjang lagi, lebih mantap dari punyanya Mas Budi.” Tanganku meremas-remas payudaranya yang montok.
“Isap doooong… Pintanya”. Aku mulai menghisap .
“Achhh….terus…nikmat Ran…oh, ayo….” Aku semakin bernafsu mendengar desahannya itu, sekitar 5 menit aku menikmati payudaranya. Oh….sstt….jilat Vegiku Ran…Pintanya sambil gemetaran. Bibirku langsung menjilati selangkangannya.

Lidahku menjilati Vegi-nya yang super becek. Saat lubang kemaluan itu tersentuh ujung lidahku, aku agak kaget karena lubang Vegi-nya itu selain mengeluarkan aroma mawar rasanya pun agak manis-manis legit, beda dengan Vegi pacarku dan dan teman wanitaku yang pernah aku jilat, sehingga aku betah menikmatinya.

“ardgg…arghh…enak banget Ran, gue jadi merinding rasanya dan kayaknya mau keluar5 lagi nich, gue suka banget nich, dan lidah elo enak bangeeeet Ran”. “Iya Kak, Randi juga suka sekali rasanya, Vegi kakak manis banget rasanya”.
“Auuu….auuuu…Ran…dddd”. Terasa ujung lidahku disemprot oleh sedikit cairan bersamaan dengan pantatnya yang diangkat tinggi menempelkan semua Vegi-nya kemukaku.
“Rannn…Rannn….Kakak keluar raannn”. Bibir Vegi-nya yang sebelah kutarik perlahan dengan bibirku, sambil kugigit dengan lembut.

Dia benar-benar menikmati. “Aduh-aduh enak banget rannn”. Lidahkupun mengaduk-aduk lubang Vegi-nya yang sudah basah sekali.

“Rann ..sekarang Rannnn…” Segera aku naik keatas tubuhnya, dia juga sudah siap sekali dengan mengangkangkan lebar-lebar menunggu datangnya Randi Junior.

Perlahan-lahan kugesek-gesek adikku dibibir Vegi-nya, sengaja tidak langsung kumasuki lubang Vegi-nya, aku hanya menggesek-gesek. Dia bertambah nafsu,

“Ran, ayo Ran, masukin Ran, kakak butuh Ran, ayo Ran”. Tangannya segera memegang batang juniorku dan segera dibimbingnya masuk kedalam lubang Vegi-nya.
“Au…Ran, ujungnya gede banget Ran” katanya ketika dia memegang ujung juniorku.
“inikan yang enak kak, kadi kakak gak mau nich, ya sudah kalau gak mau gak usah dimasukkin”.
“Jangan Ran, mau Ran, mau Ran…cuman takut saja sebab pacar kakak punyanya kecil dan pendek sekali”.
“Auchhh…auuuuu…” teriaknya ketika adikku mulai masuk kedalam mekinya, terasa seret sekali”.
“Aduh…Ran…sakit…enak…sakitt…en akkkkk”.
“Sakit apa enak kak?” “Tahulah Ran, ada sakit sedikit dan enaknya bukan main rasanya, rasanya sampai keujung mulut rahimku Ran”. Arena Seks

Pelan kuajun juniorku keluar masuk Vegi-nya, baru beberapa sodokan dia sudah menjerit,

“Rand…rannn…kakak keluar…rann…auuuu…auuuu…”
“Yach, baru begitu saja sudah keluar” Jawabku, Terasa sekali kepala adikku dihisap dan dipelintir oleh Vegi-nya yang enak sekali, terasa sekali otot vegi-nyamasih kencang, sambil kutusuk terus vegi-nya, aku tetap menghisap pentil susunya yang begitu indah.
“Slrupp…slrupp..” Terdengar setiap aku menarik dan menekan Vegi-nya.
“Kak gantian kak, kakak diatas yach”
“Yach Ran, tapi ajarin yach”. Sekarang posisiku ada dibawah , dia segera naik keatas perutku dan dengan segera dipegang nya juniorku sambil diarahkan ke Vegi-nya.

Kulihat Vegi-nya indah seklai dengan bulu-bulu pendek yang membuat rasa gatal dan enak waktu bergesekkan dengan Vegi-nya.

“Auuuuu…enak banget kak Vegi kakak”.
“Sekarang gantian Randi yang kakak bikin enak yach” katanya sambil memutar pantatnya yang bahenol , rasanya batang juniorku mau patah ketika diputarnya juniorku di dalam Vegi-nya dg berputar makin lama makin cepat.
“Auuu…kak…enak bangettt kak….” Akupun bangun sambil mulutku mencari pentil susunya , segera kukemut dan kuhisap.
“Ran..Ran…ini bisa bikin kakak keluar lagi nich Ran…rasanya mentok sekali Ran” memang dengan posisi ini terasa sekali ujung juniorku menyentuh peranakan nya.
“Ech..ech….” Suaranya setiap kali aku menyodok vegi-nya.
“Ran..ayo Ran, kakak mau keluar lagi nich” “Tahan kak saya juga mau keluar nich”. Segera kugenjot mekinya dengan cepat .

Dia seperti keserupan setiap dia naik turun diatas juniorku yang jepit oleh Vegi-nya.

“Kak…saya mau keluar kak…”
“Ayo Ran kakak juga mau nich”
“Auuuu….kakkkk” “yach rannn…. Kakak juga mau keluar nich…..achhhh….achhhh” Kupeluk erat dia sambil menyemprotkan semua maniku kedalam Vegi-nya. “Ran…aduhhhh enak banget Ran… Randi punya enak banget”
“Kamu punya juga enak kak, bodoh benar pacar kakak meninggalkan kakak demi pekerjaannya dilaut, belum tentu 1 tahun dia bisa pulang.
” Diapun segera rebah diatas badanku, kami berdua lemas, sambil tidur diatas badanku, kuelus terus dari kepala sampai kepantatnya dengan lembut. “Makasih yach Ran, kakak sudah lama menahan nafsu”.
“Saya juga kak”.
“Janji yach Rand, kakak mau lagi kalau kamu memintanya kepada kakak”.
“Siiip dech kak, tapi hati-hati yach jaga rahasia kita berdua dari Dewi yach kak”.
“OK, Ran”.

Selama 16 hari tersebut kami bebas melakukan hubungan sex dengan kakak pacarku dirumahnya dan setelah itu kami melakukannya diwaktu senggang dan diluar/dihotel. Dan juga aku tidak lupa meminta jatah kepada pacarku setelah pulang dari palembang. Arena Seks

0 komentar:

Posting Komentar